Open Source di Indonesia
{ Curhat Mode On }
Saya merasa senang dan gembira mulai banyak penguna Linux “Open source” di Negara yang berlambang GARUDA ini, walaupun mungkin kurang dari 0.25% pengguna.
Saya kira permasalahan yang mendasar bagi masyarakat enggan untuk memakai Open source adalah tidak terbiasa “user friendly” dan tidak ingin sedikit susah “malas” mempelajari sistem baru (bukan upgrade).
dan kalo menurut saya yang bodoh, Open Source yang di gaungkan oleh para penggiat dan penggerak Open source di negara kita ini tidak akan sukses selagi DEPDIKNAS tidak menghimbau “dengan keseriusan” ke Sekolah-Sekolah untuk mepergunakan Open Source di jajaranya.
Sebab menurut saya lagi DEPDIKNAS adalah yang bisa menghimbau “menekan” ke Sekolah-Sekolah untuk mempergunakan Open Source, Secara otomatis para Siswa pun akan mempergunakan Open Source untuk tugas-tugas mereka. dan menjadi terbiasa dengan Open Source.
Setelah mereka turun kemasyarakat mereka tidak akan bertanya lagi
Untuk apa file.odt file.ods, file.xcf, file.svg ..?
Cara membuka file.deb file.rpm file.tar.gz bagaimana ..?
Crak dan Keygen donlod dimana ..?
SN nya dari mana ..?
apa lagi
loh ko’ Virusnya banyak banget ya ..?
pada 26 Desember 2010 pada 1:03 PM
masalah utamanya masyarakat susah menerima perubahan. itu terjadi di semua aspek kehidupan
pada 27 Desember 2010 pada 12:28 AM
Trimakasih mas udah mampir…
Betul mas masyarakat memang susah menerima perubahan dengan kesadaran sendiri di segala aspek. tapi mereka bisa “mau” berubah kalo ada tekanan, kita semuakan sudah terbiasa dengan kata “mau bagaimana lagi…. pasrah aja lah… “. (pasrah karena terpaksa)